”Penduduk Makkah keluarga Allah,”
Begitu sabda Nabi saw. yang menerima Al Qur’an dari Allah.
Dalam buku Akhbar Makkah,
Karya Al Azraqy disebutkan Ibnu Abi Mulaikah,
”Bersabda Nabi saw. : “Sungguh aku melihat Asid di sorga,
Darimana serta bagaimana Asid memasuki sorga?”
Ditunjukkan kepada beliau Attab putra Asid,
Lalu bersabda kedengarannya :
”Ini dia yang kulihat panggillah Attab bin Asid !”
Sebagai wakil beliau atas kota Makkah sekitarnya,
Rasulullah menugaskan Attab bin Asid.
Rasulullah saw. bersabda :
”Tahukah atas siapa aku menugaskan anda ?
Atas keluarga Allah Ta‘ala aku menugaskan anda,
Kepada mereka bersikap baiklah anda.”
Beliau mengucapkan itu sebanyak tiga kali,
Kepada Attab bin Asid hamba Ilahi.
Wahab bin Munabbih dengan katanya :
”Allah Ta‘ala dengan firman-Nya :
Barang siapa melindungi penduduknya,
Ia berhak mendapatkan perlindungan-Ku.
Barang siapa merusak penduduknya,
Berarti ia telah merusak tanggungan-Ku.
Setiap Raja memiliki wilayah teritorial,
Aku adalah Raja yang memiliki wilayah teritorial,
Lembah Makkah wilayah teritorial-Ku,
Aku berkuasa di atas teritorial-Ku.
Aku Allah,
Pemilik Makkah,
Penduduknya pilihan-Ku,
Tetangga rumah-Ku.
Penghuni dan pengunjungnya tamu-Ku,
Menjadi tanggungan-Ku,
Mendapat perlindungan-Ku.”
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
Senin, 01 Maret 2010
6. Kelahiran Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad Rasulullah shollollahu ‘alaihi wa sallam,
Pembawa rahmat semesta alam,
Asyhadu alla ilaha illallah,
Wa asyhadu anna Muhammadarrosulullah,
Lahir di kota Makkah,
Hari Senin 12 Rabi‘ul Awal.
Bertepatan pula tahun Gajah,
Nabi dan rasul terakhir tetapi juga paling awal.
Pada hari kelahiran Nabi,
Timbullah tujuh mukjizat Nabi.
Mukjizat pertama biasanya wanita kalau mengandung,
Merasakan susah payah ketika mengandung.
Ibunda Rasulullah tidak merasa sakit selama mengandung.
Mukjizat ke dua biasanya wanita merasa sakit,
Kalau bukan Ibunda Rasulullah,
Akan partus merasai sakit.
Itu tidak dirasakan oleh Ibunda Rasulullah,
Walau pun hanya sedikit sakit.
Setelah Rasul Allah dipisahkan dari Ibunda oleh Tuhannya,
Sesudah dilahirkan itu,
Beliau langsung sujud kehadirat Tuhannya,
Seraya mengatakan : Ummatku ! ummatku itu !
Orang biasa lahir tanpa dikhitan,
Rasulullah lahir dalam keadaan sudah dikhitan.
Setan-setan dilarang naik ke langit,
Ketika Rasul dilahirkan dikerumuni malaikat.
Sebelumnya dapat naik turun ke langit,
Mendengarkan percakapan malaikat.
Ketika Ibunda Nabi melahirkan dirinya,
Ia disambut malaikat bumi dan malaikat langit.
Memancar cahaya dari dirinya,
Hingga mencuat ke langit.
Semua malaikat di bumi dan di langit,
Saling memberi selamat satu dengan lain untuk dirinya.
Di dalam Taurat sudah dikabarkan,
Kepada Musa tentang Muhammad dilahirkan,
Bintang tetap bila dari tempatnya sudah digerakkan,
Menandakan Rasulullah sudah dilahirkan.
Orang Yahudi semua tahu itu,
Rasul yang diberitahukan Allah itu,
Telah lahir ke dunia di waktu itu,
Tetapi mereka rahasiakan juga,
Karena kedengkian mereka juga.
Ketika Rasulullah saw. lahir ke permukaan ardhi,
Pohon korma kering dan layu menjadi segar kembali,
Berdaun dan berbuah sama sekali.
Melihat itu orang-orang Nasrani,
Mengetahui yang dijanjikan telah lahir Rasul Ilahi,
Tetapi dirahasiakan mereka,
Karena kedengkian mereka.
Di dalam Zabur pun dikatakan Allah,
Mata air kering yang terkenal itu airnya dilimpahkan Allah,
Tandanya Rasul yang dijanjikan telah dikirimkan Allah.
Tetapi karena kedengkian mereka,
Berita itu dirahasiakan mereka.
Halimatussa‘diyah Ibu susu Rasulullah,
Sebelum ia menyusukan Rasulullah,
Salah satu susunya tidak mengeluarkan air susu.
Tatkala mulut Rasulullah di letakkan pada susu,
Spontan ke luar memancar air susu.
Ketika Rasul Allah lahir ke dunia Allah Ta‘ala,
Dari sudut-sudut Ka‘bah tanpa rupa kedengaran suara :
Dari sudut pertama kedengaran suara,
”Telah didatangkan Allah Ta‘ala,
Seorang Nabi,
Kebatilan tidak akan kembali.”
Dari sudut ke dua terdengar perkataan :
”Telah datang seorang Rasul dari kaummu,
Berat terasa olehnya penderitaan,
Menginginkan keamanan dan keselamatan bagi kaummu,
Sangat mengasihi orang beriman yang dilanda penderitaan.”
Dari sudut ke tiga terdengar suara mengatakan :
”Telah datang kepadamu Nabi akhir zaman menceritakan,
Dan kitab Al Qur’an yang menyatakan.”
Dari sudut ke empat terdengar suara mendatangkan gembira :
”Hai Nabi sesungguhnya Kami,
Menjadikan engkau pembawa kabar gembira,
Mengutusmu untuk menjadi saksi Kami,
Pemberi peringatan kepada insani,
Untuk menjadi penyeru di muka bumi Ilahi,
Kepada agama Allah dengan izin Ilahi,
Untuk menjadi cahaya yang menerangi bagi insani.”
Diriwayatkan Abdul Muthalib dengan katanya :
”Tatkala aku sedang berada di Ka‘bah,
Yang banyak berhalanya,
Tiba-tiba berhala-berhala itu sujud karena Allah,
Setelah berjatuhan dari tempat berhalanya.
Aku dengar suara dari dinding Ka‘bah mengatakan :
Telah lahir Nabi pilihan insan teladan,
Yang akan membinasakan,
Orang-orang kafir dan akan menyucikan aku ini,
Dari berhala-berhala ini.
Dan akan memerintahkan hamba Ilahi,
Kepada penyembahan Ilahi,
Maha Raja Yang Mengetahui Seluruh Alam Ilahi.”
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
Pembawa rahmat semesta alam,
Asyhadu alla ilaha illallah,
Wa asyhadu anna Muhammadarrosulullah,
Lahir di kota Makkah,
Hari Senin 12 Rabi‘ul Awal.
Bertepatan pula tahun Gajah,
Nabi dan rasul terakhir tetapi juga paling awal.
Pada hari kelahiran Nabi,
Timbullah tujuh mukjizat Nabi.
Mukjizat pertama biasanya wanita kalau mengandung,
Merasakan susah payah ketika mengandung.
Ibunda Rasulullah tidak merasa sakit selama mengandung.
Mukjizat ke dua biasanya wanita merasa sakit,
Kalau bukan Ibunda Rasulullah,
Akan partus merasai sakit.
Itu tidak dirasakan oleh Ibunda Rasulullah,
Walau pun hanya sedikit sakit.
Setelah Rasul Allah dipisahkan dari Ibunda oleh Tuhannya,
Sesudah dilahirkan itu,
Beliau langsung sujud kehadirat Tuhannya,
Seraya mengatakan : Ummatku ! ummatku itu !
Orang biasa lahir tanpa dikhitan,
Rasulullah lahir dalam keadaan sudah dikhitan.
Setan-setan dilarang naik ke langit,
Ketika Rasul dilahirkan dikerumuni malaikat.
Sebelumnya dapat naik turun ke langit,
Mendengarkan percakapan malaikat.
Ketika Ibunda Nabi melahirkan dirinya,
Ia disambut malaikat bumi dan malaikat langit.
Memancar cahaya dari dirinya,
Hingga mencuat ke langit.
Semua malaikat di bumi dan di langit,
Saling memberi selamat satu dengan lain untuk dirinya.
Di dalam Taurat sudah dikabarkan,
Kepada Musa tentang Muhammad dilahirkan,
Bintang tetap bila dari tempatnya sudah digerakkan,
Menandakan Rasulullah sudah dilahirkan.
Orang Yahudi semua tahu itu,
Rasul yang diberitahukan Allah itu,
Telah lahir ke dunia di waktu itu,
Tetapi mereka rahasiakan juga,
Karena kedengkian mereka juga.
Ketika Rasulullah saw. lahir ke permukaan ardhi,
Pohon korma kering dan layu menjadi segar kembali,
Berdaun dan berbuah sama sekali.
Melihat itu orang-orang Nasrani,
Mengetahui yang dijanjikan telah lahir Rasul Ilahi,
Tetapi dirahasiakan mereka,
Karena kedengkian mereka.
Di dalam Zabur pun dikatakan Allah,
Mata air kering yang terkenal itu airnya dilimpahkan Allah,
Tandanya Rasul yang dijanjikan telah dikirimkan Allah.
Tetapi karena kedengkian mereka,
Berita itu dirahasiakan mereka.
Halimatussa‘diyah Ibu susu Rasulullah,
Sebelum ia menyusukan Rasulullah,
Salah satu susunya tidak mengeluarkan air susu.
Tatkala mulut Rasulullah di letakkan pada susu,
Spontan ke luar memancar air susu.
Ketika Rasul Allah lahir ke dunia Allah Ta‘ala,
Dari sudut-sudut Ka‘bah tanpa rupa kedengaran suara :
Dari sudut pertama kedengaran suara,
”Telah didatangkan Allah Ta‘ala,
Seorang Nabi,
Kebatilan tidak akan kembali.”
Dari sudut ke dua terdengar perkataan :
”Telah datang seorang Rasul dari kaummu,
Berat terasa olehnya penderitaan,
Menginginkan keamanan dan keselamatan bagi kaummu,
Sangat mengasihi orang beriman yang dilanda penderitaan.”
Dari sudut ke tiga terdengar suara mengatakan :
”Telah datang kepadamu Nabi akhir zaman menceritakan,
Dan kitab Al Qur’an yang menyatakan.”
Dari sudut ke empat terdengar suara mendatangkan gembira :
”Hai Nabi sesungguhnya Kami,
Menjadikan engkau pembawa kabar gembira,
Mengutusmu untuk menjadi saksi Kami,
Pemberi peringatan kepada insani,
Untuk menjadi penyeru di muka bumi Ilahi,
Kepada agama Allah dengan izin Ilahi,
Untuk menjadi cahaya yang menerangi bagi insani.”
Diriwayatkan Abdul Muthalib dengan katanya :
”Tatkala aku sedang berada di Ka‘bah,
Yang banyak berhalanya,
Tiba-tiba berhala-berhala itu sujud karena Allah,
Setelah berjatuhan dari tempat berhalanya.
Aku dengar suara dari dinding Ka‘bah mengatakan :
Telah lahir Nabi pilihan insan teladan,
Yang akan membinasakan,
Orang-orang kafir dan akan menyucikan aku ini,
Dari berhala-berhala ini.
Dan akan memerintahkan hamba Ilahi,
Kepada penyembahan Ilahi,
Maha Raja Yang Mengetahui Seluruh Alam Ilahi.”
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
5. Keistimewaan Batu Maqam Ibrahim
Batu maqam Ibrahim,
Bukanlah berarti batu kuburan Nabi Ibrahim.
Ia adalah batu tempat berdiri Nabi Ibrahim,
Sewaktu membangun Ka‘bah,
Atas perintah Allah.
Selama Ibrahim membangun Ka‘bah,
Batu maqam Ibrahimlah yang mengelilingi Ka‘bah,
Sehingga pekerjaan mendinding Ka‘bah,
Selamanya berada di depan tempat berdirinya,
Sampai selesai cukup tingginya.
Setelah rampung pembangunan Ka‘bah,
Allah menyuruh Ibrahim,
Mengumumkan kepada manusia,
Bahwa Ka‘bah,
Sudah selesai dibangun Ibrahim,
Agar datang manusia,
Melaksanakan ibadah haji di Ka‘bah.
Ketika Ibrahim hendak mengumumkan ke sekitarnya,
Naiklah batu maqam itu dengan tingginya,
Sampai lebih tinggi dari puncak gunung di sekitarnya,
Ibrahim a.s. tegak di atas batu tempat berdirinya.
Ibrahim a.s. pun berseru atas nama Allah :
”Wahai ummat manusia,
Penuhilah panggilan Allah !”
Seruan itu didengar manusia :
”Labbaik,
Allahumma Labbaik ! ”
Panggilan Ibrahim a.s. itu,
Didengar semua orang yang hidup,
Baik yang hidup di kala itu,
Mau pun yang belum hidup,
Karena disampaikan Allah,
Kepada mereka hamba Allah.
Kalau ia menjawab satu kali,
”Labbaik,
Allahumma Labbaik ! ”
Nanti akan naik hajilah ia satu kali,
Dalam hidupnya.
Kalau ia menjawab berkali-kali,
Berkali-kali pulalah ia akan naik haji,
Dalam hidupnya.
Banyak orang berkecukupan,
Kalau ia disuruh naik haji,
Karena sudah berkecukupan,
Ia katakan belum ada panggilan Ilahi,
Padahal jauh sebelum lahir panggilan sudah diserukan.
Siapa yang tidak menjawab waktu itu,
Ia tidak akan melaksanakan ibadah haji,
Selama hidupnya.
Siapa yang menjawab waktu itu,
Ia akan melakukan ibadah haji,
Sewaktu hidupnya.
Setelah Ibrahim a.s. mengumumkan di tempat berdirinya,
Ia pun turun seperti lift dengan batu tempat berdirinya,
Baik maqam Ibrahim Nabiullah,
Mau pun batu Hajarol Aswad,
Mendapat jaminan dari Allah,
Tidak akan disembah manusia laknat,
Padahal batu-batu lain disembah manusia laknat.
Batu Hajarol Aswad dari sorga,
Batu maqam Ibrahim pun dari sorga,
Diturunkan Allah,
Lewat Jibril malaikat Allah.
Allah yang punya sorga,
Allah pula yang punya Hajarol Aswad.
Mendekati hari kiamat Allah akan menarik ke sorga,
Maqam Ibrahim dan Hajarol Aswad.
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
Bukanlah berarti batu kuburan Nabi Ibrahim.
Ia adalah batu tempat berdiri Nabi Ibrahim,
Sewaktu membangun Ka‘bah,
Atas perintah Allah.
Selama Ibrahim membangun Ka‘bah,
Batu maqam Ibrahimlah yang mengelilingi Ka‘bah,
Sehingga pekerjaan mendinding Ka‘bah,
Selamanya berada di depan tempat berdirinya,
Sampai selesai cukup tingginya.
Setelah rampung pembangunan Ka‘bah,
Allah menyuruh Ibrahim,
Mengumumkan kepada manusia,
Bahwa Ka‘bah,
Sudah selesai dibangun Ibrahim,
Agar datang manusia,
Melaksanakan ibadah haji di Ka‘bah.
Ketika Ibrahim hendak mengumumkan ke sekitarnya,
Naiklah batu maqam itu dengan tingginya,
Sampai lebih tinggi dari puncak gunung di sekitarnya,
Ibrahim a.s. tegak di atas batu tempat berdirinya.
Ibrahim a.s. pun berseru atas nama Allah :
”Wahai ummat manusia,
Penuhilah panggilan Allah !”
Seruan itu didengar manusia :
”Labbaik,
Allahumma Labbaik ! ”
Panggilan Ibrahim a.s. itu,
Didengar semua orang yang hidup,
Baik yang hidup di kala itu,
Mau pun yang belum hidup,
Karena disampaikan Allah,
Kepada mereka hamba Allah.
Kalau ia menjawab satu kali,
”Labbaik,
Allahumma Labbaik ! ”
Nanti akan naik hajilah ia satu kali,
Dalam hidupnya.
Kalau ia menjawab berkali-kali,
Berkali-kali pulalah ia akan naik haji,
Dalam hidupnya.
Banyak orang berkecukupan,
Kalau ia disuruh naik haji,
Karena sudah berkecukupan,
Ia katakan belum ada panggilan Ilahi,
Padahal jauh sebelum lahir panggilan sudah diserukan.
Siapa yang tidak menjawab waktu itu,
Ia tidak akan melaksanakan ibadah haji,
Selama hidupnya.
Siapa yang menjawab waktu itu,
Ia akan melakukan ibadah haji,
Sewaktu hidupnya.
Setelah Ibrahim a.s. mengumumkan di tempat berdirinya,
Ia pun turun seperti lift dengan batu tempat berdirinya,
Baik maqam Ibrahim Nabiullah,
Mau pun batu Hajarol Aswad,
Mendapat jaminan dari Allah,
Tidak akan disembah manusia laknat,
Padahal batu-batu lain disembah manusia laknat.
Batu Hajarol Aswad dari sorga,
Batu maqam Ibrahim pun dari sorga,
Diturunkan Allah,
Lewat Jibril malaikat Allah.
Allah yang punya sorga,
Allah pula yang punya Hajarol Aswad.
Mendekati hari kiamat Allah akan menarik ke sorga,
Maqam Ibrahim dan Hajarol Aswad.
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
4. Adam a.s. dan Hawa Bermukim di Makkah
Adam a.s. diturunkan Jibril di India dari sorga,
Dan Hawa di Jeddah,
Sesudah 200 tahun mereka meniggalkan sorga,
Bertemu di Jabal Rahmah (Arafah),
Untuk pertama kali sesudah dikeluarkan dari Sorga,
Akhirnya mereka bermukim di Makkah.
Dari Makkah inilah keturunan Adam dan Hawa yang mulia,
Berkembang ke seluruh penjuru dunia.
Makkah kota yang pertama sekali,
Ada di permukaan ardhi.
Ketika Adam a.s. mula-mula tinggal di Makkah,
Beliau meminta kepada Allah,
Diselamatkan dari godaan Iblis yang telah menggoda,
Mencelakakannya di Sorga,
Do‘a Adam a.s. dikabulkan Allah.
Kemudian malaikat beberapa,
Mengelilingi tempat Adam a.s. untuk menjaga,
Agar Iblis tidak mencapainya bersama Hawa di Makkah,
Tempat malaikat berjaga di Makkah,
Itulah sekarang menjadi batas Tanah Haram Makkah.
Tanah Haram Makkah dari utara Masjidil Haram kira-kira 7 km,
Dari selatan Masjidil Haram kira-kira 13 km,
Dari barat Masjidil Haram kira-kira 25 km,
Dari timur Masjidil Haram kira-kira 25 km.
Tanah haram Makkah,
Di sinilah Baitullah dan Masjidil Haram ditempatkan Allah,
Di sini pula Adam dan Hawa dipertemukan Allah,
Di sini pulalah tanah kelahiran Muhammad Rasulullah.
Di sini tidak boleh diburu binatang buruannya,
Tidak boleh dirusak kayu-kayuannya,
Tidak pula boleh di bawa ke luar tanah dan batunya,
Orang non muslim tidak boleh memasukinya.
Jarak kota Makkah dari Jeddah 74 km,
Dari kota Tha‘if 80 km.
Dari kota Madinah 470 km,
Dari kota Riyadh 990 km.
Bulan Juni dan Juli suhu di Makkah sangat panas sampai 54o C,
Bulan Desember dan Januari sangat dingin sampai 10o C.
Sepanjang tahun sangat jarang turun hujan,
Demikianlah daerah itu jarang sekali turun hujan.
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
Dan Hawa di Jeddah,
Sesudah 200 tahun mereka meniggalkan sorga,
Bertemu di Jabal Rahmah (Arafah),
Untuk pertama kali sesudah dikeluarkan dari Sorga,
Akhirnya mereka bermukim di Makkah.
Dari Makkah inilah keturunan Adam dan Hawa yang mulia,
Berkembang ke seluruh penjuru dunia.
Makkah kota yang pertama sekali,
Ada di permukaan ardhi.
Ketika Adam a.s. mula-mula tinggal di Makkah,
Beliau meminta kepada Allah,
Diselamatkan dari godaan Iblis yang telah menggoda,
Mencelakakannya di Sorga,
Do‘a Adam a.s. dikabulkan Allah.
Kemudian malaikat beberapa,
Mengelilingi tempat Adam a.s. untuk menjaga,
Agar Iblis tidak mencapainya bersama Hawa di Makkah,
Tempat malaikat berjaga di Makkah,
Itulah sekarang menjadi batas Tanah Haram Makkah.
Tanah Haram Makkah dari utara Masjidil Haram kira-kira 7 km,
Dari selatan Masjidil Haram kira-kira 13 km,
Dari barat Masjidil Haram kira-kira 25 km,
Dari timur Masjidil Haram kira-kira 25 km.
Tanah haram Makkah,
Di sinilah Baitullah dan Masjidil Haram ditempatkan Allah,
Di sini pula Adam dan Hawa dipertemukan Allah,
Di sini pulalah tanah kelahiran Muhammad Rasulullah.
Di sini tidak boleh diburu binatang buruannya,
Tidak boleh dirusak kayu-kayuannya,
Tidak pula boleh di bawa ke luar tanah dan batunya,
Orang non muslim tidak boleh memasukinya.
Jarak kota Makkah dari Jeddah 74 km,
Dari kota Tha‘if 80 km.
Dari kota Madinah 470 km,
Dari kota Riyadh 990 km.
Bulan Juni dan Juli suhu di Makkah sangat panas sampai 54o C,
Bulan Desember dan Januari sangat dingin sampai 10o C.
Sepanjang tahun sangat jarang turun hujan,
Demikianlah daerah itu jarang sekali turun hujan.
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
3. Adam a.s. Dikeluarkan dari Sorga
Kalau kita baca riwayat penciptaan Adam,
Allah telah terlebih dahulu merencanakan,
Untuk menjadikan Adam,
Sebagai khalifah di bumi.
Tidaklah mengherankan,
Kalau dari sorga Adam dikeluarkan,
Untuk diturunkan ke bumi,
Karena memakan buah larangan,
Hanya saja sebagai alasan.
Adam a.s. dikeluarkan Allah dari sorga,
Karena pengaruh istrinya Hawa yang telah tergoda,
Dirayu Iblis supaya memakan buah pohon terlarang,
Padahal jangan didekati itu buah larangan sorga,
Karena terlebih dahulu oleh Allah telah dilarang.
Dilanggarlah itu larangan sorga,
Adam a.s. dan Hawa dikeluarkan Allah dari sorga.
Jibril membawa Adam a.s. dan Hawa yang mulia,
Diturunkan di kota Allahabad (India),
Sedang Hawa di Jeddah di Jazirah Arabia.
Ada juga riwayat menurunkan,
Adam a.s. di bukit Ruhun di Surandib (Sailon) diturunkan,
Dan Hawa di Iraq diturunkan.
Makam Hawa didapati di Jeddah,
Setiap sa‘at dikunjungi para peziarah.
Riwayat Hawa dimakamkan di Jeddah,
Lemah dan banyak penentangnya ahli sejarah.
Lokasi yang dikunjungi itu di Jeddah,
Hanya pertilasan ketika Hawa tinggal di Jeddah.
Riwayat yang kuat mengatakan,
Hawa di Jabal Qubaisy Makkah dimakamkan.
Nabi Adam wafat usia 930 tahun dengan meninggalkan,
Anak, cucu serta cicit 40.000 orang dan dimakamkan,
Di Mina sekitar masjid Al-Khaif,
Lokasi Nabi saw. melakukan sholat dan menjadi khatib,
Ketika berada di Mina sewaktu haji.
Lihat Kitab Murujul Dzahab(i).
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
Allah telah terlebih dahulu merencanakan,
Untuk menjadikan Adam,
Sebagai khalifah di bumi.
Tidaklah mengherankan,
Kalau dari sorga Adam dikeluarkan,
Untuk diturunkan ke bumi,
Karena memakan buah larangan,
Hanya saja sebagai alasan.
Adam a.s. dikeluarkan Allah dari sorga,
Karena pengaruh istrinya Hawa yang telah tergoda,
Dirayu Iblis supaya memakan buah pohon terlarang,
Padahal jangan didekati itu buah larangan sorga,
Karena terlebih dahulu oleh Allah telah dilarang.
Dilanggarlah itu larangan sorga,
Adam a.s. dan Hawa dikeluarkan Allah dari sorga.
Jibril membawa Adam a.s. dan Hawa yang mulia,
Diturunkan di kota Allahabad (India),
Sedang Hawa di Jeddah di Jazirah Arabia.
Ada juga riwayat menurunkan,
Adam a.s. di bukit Ruhun di Surandib (Sailon) diturunkan,
Dan Hawa di Iraq diturunkan.
Makam Hawa didapati di Jeddah,
Setiap sa‘at dikunjungi para peziarah.
Riwayat Hawa dimakamkan di Jeddah,
Lemah dan banyak penentangnya ahli sejarah.
Lokasi yang dikunjungi itu di Jeddah,
Hanya pertilasan ketika Hawa tinggal di Jeddah.
Riwayat yang kuat mengatakan,
Hawa di Jabal Qubaisy Makkah dimakamkan.
Nabi Adam wafat usia 930 tahun dengan meninggalkan,
Anak, cucu serta cicit 40.000 orang dan dimakamkan,
Di Mina sekitar masjid Al-Khaif,
Lokasi Nabi saw. melakukan sholat dan menjadi khatib,
Ketika berada di Mina sewaktu haji.
Lihat Kitab Murujul Dzahab(i).
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
2. Kelebihan Ummat Rasulullah saw. Menurut Pandangan Nabi Adam a.s.
Adam a.s. berkata :
”Allah beri ummat Muhammad saw. kemuliaan empat perkara,
Kepadaku tidak diberikan Allah yang punya neraka.
Tobatku hanya diterima di kota Makkah saja,
Tobat ummat Muhammad saw. diterima Allah di mana saja.
Mulanya aku berpakaian,
Karena mendurhakai Allah aku dijadikan tidak berpakaian.
Kalau ummat Muhammad saw. durhaka tidak berpakaian,
Allah memberikan mereka pakaian.
Ketika aku berbuat durhaka kepada Allah,
Allah memisahkan aku dengan istri.
Kalau ummat Muhammad saw. durhaka kepada Allah,
Allah tidak memisahkan mereka dengan istri.
Aku durhaka di sorga kepada Allah,
Aku dikeluarkan dari sorga.
Ummat Muhammad saw. durhaka kepada Allah,
Setelah bertobat dimasukkan ke sorga.”
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
”Allah beri ummat Muhammad saw. kemuliaan empat perkara,
Kepadaku tidak diberikan Allah yang punya neraka.
Tobatku hanya diterima di kota Makkah saja,
Tobat ummat Muhammad saw. diterima Allah di mana saja.
Mulanya aku berpakaian,
Karena mendurhakai Allah aku dijadikan tidak berpakaian.
Kalau ummat Muhammad saw. durhaka tidak berpakaian,
Allah memberikan mereka pakaian.
Ketika aku berbuat durhaka kepada Allah,
Allah memisahkan aku dengan istri.
Kalau ummat Muhammad saw. durhaka kepada Allah,
Allah tidak memisahkan mereka dengan istri.
Aku durhaka di sorga kepada Allah,
Aku dikeluarkan dari sorga.
Ummat Muhammad saw. durhaka kepada Allah,
Setelah bertobat dimasukkan ke sorga.”
H.M. Ma‘shum Hasibuan, B.A.
BAB II Kisah Agama Islam (Kumpulan Puisi) : 1. Pesan
Orang mampu tidak Berhaji,
Menentang Allah dengan berani.
Berarti ia memilih mati,
Mati Yahudi atau Nasrani.
Dido‘akan selamat pergi dan pulang,
Berzikir dan berdo‘a jangan kepalang.
Jangan biaya disangka hilang,
Allah mengganti takkan terbilang.
Belajarlah Manasik Haji,
Dengan baik dan teruji.
Laksanakan panggilan Ilahi !
Ke Baitullah Arab Saudi.
Berhajilah sebelum dikubur !
Biar tercapai Rukun ke lima.
Kami do‘akan Haji Mabrur,
Dosa terampun dan amal sholih diterima.
Kamulah wahai Duta Suci,
Muslimin dan muslimat hamba Ilahi.
Do‘akan Kami di tanah suci,
Semoga kita Bertemu kembali.
H.M. Ma‘shum Hasibuan,B.A.
Menentang Allah dengan berani.
Berarti ia memilih mati,
Mati Yahudi atau Nasrani.
Dido‘akan selamat pergi dan pulang,
Berzikir dan berdo‘a jangan kepalang.
Jangan biaya disangka hilang,
Allah mengganti takkan terbilang.
Belajarlah Manasik Haji,
Dengan baik dan teruji.
Laksanakan panggilan Ilahi !
Ke Baitullah Arab Saudi.
Berhajilah sebelum dikubur !
Biar tercapai Rukun ke lima.
Kami do‘akan Haji Mabrur,
Dosa terampun dan amal sholih diterima.
Kamulah wahai Duta Suci,
Muslimin dan muslimat hamba Ilahi.
Do‘akan Kami di tanah suci,
Semoga kita Bertemu kembali.
H.M. Ma‘shum Hasibuan,B.A.
Langganan:
Postingan (Atom)